Akhlak · Keluarga

Mulailah Dengan Basmalah

Diantara akhlak mulia seorang muslim adalah mengawali segala aktifitasnya dengan mengucap Basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahim), misalnya ketika mengambil suatu barang, membuat sebuah tulisan, dan lain sebagainya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kullu amrin dzi baalin, lam yubda fiehi bismillaahi fahuwa abtar.”

“Setiap perkara (kehidupan) yang tidak dimulai dengan BISMILLAAHIR-RAHMAANIR-RAHIIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya”[1]

Mengenai takhrij hadits ini syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

“Hadits ini mempunyai dua jalur atau lebih periwayatan oleh Ibnu Hibban dan yang lainnya, sebagian ulama mendhaifkannya dan yang lebih tepat adalah derajatnya hasan lighairihi.”[2]

Syaikh shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

“Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan BASMALAH adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala” [3]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang membaca:

“Bismillaahillaadzi laa yadhurru ma’as mihi syaiun fiel ardhi walaa fies samaai wahua assami’ul ‘aliim.”
“Dengan menyebut nama Allah yang tidak akan bisa memudharatkan bersama nama-Nya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” pada setiap hari di waktu shubuh dan sore sebanyak tiga kali maka tidak akan memudharatkan baginya sesuatu apa pun.”[4]

Bahkan dalam beberapa keadaan atau beberapa ibadah dikaitkan dengan bacaan basmalah:

a. Ketika makan, jika tidak membaca maka setan ikut makan bersama kita

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

“Idzaa akala ahadukum tho’aaman falyaqul ‘Bismillaahi’ fa in nasiya fie awwalihi fal yaqul ‘Bismillaahi fie awwalihi wa aakhirihi.’

“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.”[5]

b. Ketika berhubungan badan, jika tidak dibaca, maka setan ikut bersama kita

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

“Bismillaahi Allahumma jannibnas syaithoona wa jannibs syaithoona ma rozaqtanaa.”

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.”[6]

c. Ketika meyembelih, jika tidak dibaca maka sembelihan menjadi haram

Allah Ta’ala berfirman,
“Walaa ta’kuluu mimmaa lam yudzkarismallaahi ‘alaihi.
“Dan janganlah kalian makan hewan yang tidak disebut nama Allah atasnya.” (Al-An’am: 121)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Falyadzbah ‘alasmi Allahi.”

“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).”[7]

d. Ketika tidur

Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata, “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

“Bismika Allaahumma amuutu wa ahyaa.”
“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”[8]

e. Ketika keluar rumah

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:
“Bismillaahi tawakkaltu ‘ala Allaahi laa haula walaa quwwata illaa billaahi.”
“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!”[9]

f. Ketika masuk WC/Toilet

Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Satru maa baina a’yunil jinni wa ‘auraati bani aadama idza dakhala ahaduhumul khalaa an yaquulu bismillaahi.”
“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.” [10]

wallaahu a’lam

tulisan Ust Raehanul Bahraen (dengan beberapa suntingan)

Membiasakan Memulai Dengan “Bismillah”

[1] HR. Ibnu Hibban
[2] Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/3347

Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat, Program Maktabah salafiyah[3]

[4] HR. At Tirmidzi no. 3310, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani

[5] HR. At Tirmidzi no. 1781, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani

HR. At Tirmidzi no. 1012 [6]

[7] HR. Al Bukhari no.5500

HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711 [8]

[9] HR. Abu Dawud no. 4431

[10] HR. At Tirmidzi no. 551, dan dishahihkan oleh As Syaikh Al Albani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s