Keluarga

TIPS MENDISIPLINKAN BALITA

Salah satu tugas tersulit menjadi orangtua, –terutama ibu– adalah mendisiplinkan anak-anak di bawah lima tahun (balita). Kata “disiplin” berasal dari Bahasa Latin berarti mengajarkan atau memberi pelajaran. Ketika Anda mendisiplinkan anak balita Anda, maka itu berarti Anda mengajarkan mereka bagaimana berkelakuan baik dan bertindak secara aman.

Karena anak-anak tidak secara otomatis mengetahui bagaimana caranya bertindak secara aman dan berkelakuan baik. Maka tugas Anda sebagai orangtua, sebagaimana dilansir situs kesehatan www.orato.com, adalah menetapkan batasan-batasan tegas dan membantu anak-anak Anda untuk belajar bagaimana menjaga semua batasan tersebut. Sebelum peraturan-peraturan diterapkan, anak-anak harus senantiasa diingatkan berulang-ulang secara lemah lembut.

Mendisiplinkan Sejak Dini Berarti Membuat Balita Merasa Aman

Ketika anak-anak mulai berjalan dan bergerak keliling, Anda harus mengajarkannya tentang kata “tidak”, ketika mereka mencoba untuk menyentuh sesuatu yang panas, tajam, atau benda kecil yang mudah tertelan. Anda mesti mengingatkan secara berulang-ulang, karena dia belum mampu untuk mengingat larangan tersebut. Bahkan jika beberapa detik sebelumnya Anda berkata “tidak”, maka dia akan cepat melupakannya. Atau bahkan jika dirinya terluka akibat benda-benda tajam, maka dia tetap akan mendekati benda tajam itu, karena ingatannya belumlah sempurna.

Pada masa-masa awal, Anda bisa saja mengalihkan perhatiannya terhadap benda-benda berbahaya itu dengan mainan lainnya yang lebih aman untuknya. Setelah dia menginjak usia 14-15 bulan, tindakan pengalihan akan lebih sulit. Kendati demikian, Anda harus tetap mengupayakan pendekatan-pendekatan persuasif yang positif.

Mulailah dengan beberapa peraturan yang berkenaan dengan keamanan balita Anda, sesuai dengan pertumbuhan usianya.

Beberapa Tips Disiplin Penting:

1. Mulailah dengan beberapa peraturan yang berkenaan dengan keamanan balita Anda. Setiap kali pertumbuhannya semakin meningkat dan semakin mengerti, maka Anda bisa menambah beberapa peraturan baru. Namun demikian, jika Anda memiliki banyak peraturan, maka Anda tidak akan bisa memaksakan semua peraturan itu secara konsisten, dan sang anak akan menjadi bingung.

2. Berpikir positif! Katakanlah apa yang Anda inginkan untuk dilakukan anak Anda dengan bahasa yang jelas dan sederhana. Jika Anda hanya memberitahunya apa-apa yang tidak boleh dilakukan, kemungkinan dia tidak akan mengerti maksud Anda. Dalam artian, anak Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah Anda melarang sesuatu kepadanya. Dengan demikian –sebagai contoh– katakan kepadanya, “Duduklah di kursimu,” sebagai ganti perkataan, “Jangan berdiri di situ.” Atau katakan, “Berjalanlah perlahan-lahan,” sebagai ganti ucapan, “Jangan berlari.” Atau katakan, “Berkatalah dengan suara pelan,” sebagai ganti perkataan, “Jangan berteriak.”

3. Harus konsisten! Pertahankan peraturan-peraturan yang sama dari hari ke hari. Jangan mengubah sejumlah peraturan hanya karena Anda sedang dalam mood yang baik atau karena Anda sedang merayakan hari istimewa. Peraturan harus tetap ada untuk menjaga anak Anda senantiasa aman, dan hal itu tak bisa diubah-ubah.

4. Pastikan bahwa semua orang dewasa yang hidup bersamaan dengan anak Anda juga mengetahui berbagai peraturan itu, dan paksa juga mereka untuk menghormatinya. Peraturan bukan hanya merefleksikan kepribadian-kepribadian para orangtua, tapi juga demi kebaikan anak-anak. Komunikasi di antara orangtua –dengan melepaskan ‘bagasi-bagasi’ emosional mereka– sangat penting dalam kaitannya mendisiplinkan balita. Selain itu, penting juga bagi orangtua untuk mendiskusikan peraturan-peraturan itu dengan babysitter (penjaga anak-anak) atau pembantu.

5. Cara berteriak untuk mencegah tindakan anak jarang sekali berhasil. Bahkan jika cara berteriak itu berhasil di awal, maka anak-anak akan mengabaikannya berulang kali pada masa selanjutnya. Anak Anda tidak akan mendengarkan kandungan perkataan Anda, jika Anda berteriak kepada mereka.

Pencegahan adalah Strategi Terbaik

Semakin baik pengetahuan Anda terhadap anak-anak Anda, maka semakin baik pula antisipasi yang Anda lakoni dalam berbagai situasi yang melibatkan mereka dalam masalah. Anak-anak Anda akan diam dan tenang jika mereka:

  • kelelahan
  • lapar
  • terlalu bersemangat dan bergairah
  • frustrasi karena terlalu banyak pilihan
  • tidak diperkenankan sama sekali untuk memilih pilihan apa pun
  • jadwalnya (apapun) berubah
  • berada di lingkungan yang tidak familiar
  • ditunjukkan media-media atau benda-benda yang tidak cocok untuk usia mereka
  • tidak memiliki waktu yang cukup bersama ayah dan ibu

Semua orangtua pasti mencintai anak-anak mereka dan selalu menginginkan yang terbaik untuk mereka. tak diragukan lagi, Anda sebagai ibu memiliki peran penting dan signifikan terhadap perkembangan anak-anak Anda. Jika Anda bisa menghindari ‘perebutan kekuasaan’ dan mencegah kelakuan buruk mereka sebelum terjadi, maka Anda bisa memelihara hubungan baik dengan anak-anak. Dan di waktu yang sama, Anda akan dengan mudah mengajarkan mereka berbagai life skill (ketrampilan hidup).

Bersikap tidak terlalu ketat dan juga tidak membiasakan hidup permisif, maka hal tersebut akan sangat membantu anak-anak merasa aman, nyaman, dicintai. Karena mereka menyadari bahwa orangtua mereka mengizinkan mereka untuk mengekspresikan diri dengan batasan-batasan yang aman. [ganna pryadha/voa-islam.com]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s