Tarbiyyah

KEUTAMAAN SHALAT MALAM

Diringkas oleh Abu Luthfiyyah dari Mudah Sholat Malam (AQWAM)

Al Qur’aan
Allah telah mensifati orang-orang bertakwa dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air. Sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalay orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Adz Dzariyat: 15-16)

Kemudian Allah menerangkan tentang kebaikan amal mereka dalam firman-Nya:

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan selalu meminta ampunan pada waktu sahur sebelum fajar.” (Adz Dzariyat: 17-18)

Hasan Al-Bashri menuturkan,”Mereka bersungguh-sungguh dalam shalat malam dan sedikit tidur. Mereka giat melakukannya sampai menjelang sahur.”

Allah menggambarkan orang-orang beriman dalam firman-Nya,

“Sesungguhnya orang yg benar-benar beriman kepada ayat-ayat kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji rabbnya, dan lagi pula mereka tidak sombong. lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap.” (As-Sajadah: 15-16)

Allah berfirman ketika mensifati hamba-Nya:

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (Al Furqon: 64)

Al Hadits
Abdullah bin Salam menuturkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah (fakir miskin dan anak yatim) makan, dan shalatlah ketika manusia tidur malam, niscaya engkau masuk surga dengan rasa aman.” (HR Tirmidzi: IV/65)

Shalat pada malam hari bahkan lebih utama daripada shalat pada siang hari karena bisa lebih khusyuk dan lebih ikhlas. Nabi bersabda:

“Sebaik-baik puasa sesudah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Dan shalat yang paling utama sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim: VIII/54)

Abdullah bin Amru bin Ash menuturkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Di dalam surga ada kamar-kamar yang bagian luarnya bisa dilihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya bisa dilihat dari bagian luarnya.” Abu Malik Al Asy’ari bertanya,”Untuk siapa itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab,”Itu diberikan kepada orang yang baik lisannya, suka memberi makan, dan selalu shalat malam saat manusia tertidur.” (HR Ath Thabrani)

Abu Darda’ menuturkan bahwa Nabi bersabda,”Ada tiga golongan yang dicintai oleh Allah dan Allah tersenyum serta gembira kepada mereka. Yaitu orang yang berperang dengan mempertaruhkan jiwanya karena Allah di saat perang telah berkecamuk. Bisa saja dia yang mati terbunuh atau dia yang dimenangkan oleh Allah dan itu sudah cukup baginya. Maka Allah berfirman,’Lihatlah hamba-Ku ini, bagaimana dia mampu bersabar karena-Ku?’

Dan laki-laki yang memiliki istri yang cantik dan alas tidur yang empuk dan baik, lalu dia bangun malam dan mendirikan shalat. Maka Allah berfirman,’Hamba-Ku meninggalkan syahwatnya demi ingat kepada-Ku. Andai dia mau tentulah dia lebih memilih tidur.’

Dan orang yang melakukan perjalanan bersama rombongannya. Saat rombongannya istirahat dan memilih tidur, dia lebih memilih bangun pada waktu sahur, baik dalam kondisi sulit ataupun senang.”

Qoul ‘Ulama
Ada orang yang bertanya kepadanya,”Apa yang membuat wajah orang-orang yang bertahajud itu terlihat bersinar?”

Hasan Al Bashri menjawab,”Karena mereka menyendiri bersama ar-Rahman lalu Dia memancarkan cahaya yang berasal dari cahaya-Nya kepadanya.”

Fudhail bin Iyadh berkata,”Apabila engkau tidak sanggup shalat malam dan puasa sunnah pada siang hari, ketahuilah bahwa itu pertanda engkau tidak diperkenankan untuk melakukannya karena dosa-dosamu telah menumpuk.”

Malik bin Dinar berkata,”Aku pernah ketiduran hingga tidak shalat malam. Tiba-tiba dalam tidurku datang seorang wanita yang sangat cantik yang di tangannya ada selembar kertas. Lalu dia bertanya kepadaku,’Apakah engkau bisa membaca?’ Aku menjawab,’Ya.’ Kemudian, kertas tersebut diserahkan kepadaku. Ternyata isinya adalah:

Apakah kenikmatan dan angan-angan telah melalaikanmu
Dari si putih nan lembut yang menanti di alam surga
Di sana engkau hidup abadi takkan pernah mati
Bersenang-senang di surga bersama bidadari
Bangun dan bangkitlah dari tidurmu
Sesungguhnya tahajud Bersama Al Qur’aan lebih baik bagimu

Azhar bin Mughits adalah seorang yang rajin shalat malam. Dia mengisahkan,”Ketika tidur, aku pernah melihat seorang wanita yang kecantikannya tidak ada bandingannya dengan wanita mana pun di dunia ini. Lalu aku bertanya kepadanya,’Siapa kamu?’ Dia menjawab,’Aku adalah bidadari.’ Aku berkata kepadanya,’Menikahlah denganku.’ Dia menjawab,’Pinanglah daku dari tuanku dan siapkan mahar untukku.’ Aku bertanya,’Apa maharnya? ’Dia menjawab,’Tahajud yang lama’.”

KEUTAMAAN IBADAH PADA MALAM HARI
1.    Lebih mendatangkan keikhlasan
“Keutamaan shalat pada malam hari dibandingkan shalat pada siang hari seperti keutamaan sedekah diam-diam dengan sedekah terang-terangan.” (HR Ath Thabari)

2.    Pahala yang diperoleh lebih besar karena ibadah dimalam hari membutuhkan kesungguhan

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan diwaktu itu lebih berkesan.” (Al-Muzammil: 6)

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan, sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-‘Ankabut: 69)

3.    Lebih menambah tadabur dan pemahaman selain itu, menjadikan hati atau lisan lebih berkonsentrasi. Sehingga terasa lebih dekat dengan Ar Rahman.

“Laksanakanlah shalat malam karena itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kamu, dan dapat mendekatkanmu kepada Rabbmu. Ia sebagai penghapus dosa dan pencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (HR Ath Thabari)

“Saat-saat paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah pada pertengahan malam. Jika kamu sanggup untuk masuk dalam golongan orh yang berdzikir kepada Allah pada saat tersebut maka lakukanlah.” (HR Tirmidzi)

4.    Malam adalah waktu turunnya rahmat dan turunnya Rabb ke langit dunia.

5.    Terkumpul dua keutamaan. Yaitu, mengosongkan hati dari sifat-sifat yang buruk (dengan pengampunan dosa) dan menghiasinya dengan sifat-safat yang mulia (mengerjakan perbuatan yang baik)

Amalan ringan sebelum tidur
1.    Berwudlu
“Apabila engkau hendak tidur, berwudlulah sepertiengkau berwudlu untuk shalat”. (Shahihaiin)

2.    Shalat witir
Ibnu Umar berkata,”Orang yang belum shalat witir sedangkan waktu subuh sudah tiba maka di kepalanya akan dililitkan tali sepanjang 70 hasta.” (Fathul Baarii: III/25)

Ada khilaf tentang pelaksanakan shalat tahajud yang sebelumnya dilaksanakan witir sebelum tidur.
1.    Para ulama Hanafi, Maliki, Hambali, dan beberapa ulama Syafi’I berpendapat cukup melakukan shalat malam saja (genap) tanpa melakukan shalat witir lagi. Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi melakukan shalat dua raka’at setelah witir.

2.    Para ulama Syafi’I dalam kitab Al Mausu’ah al Fiqhiyah: II/9827 berpendapat hendaknya mengawali dengan shalat sunnah satu rakaat sehingga jumlah rakaat yang dikerjakan menjadi genap. Yaitu, satu atau tiga rakaat yang baru dikerjakan, sehingga rekaatnya menjadi genap. Shalat ini kemudian dihitung sebagai shalat tahajud, tidak lagi sebagai witir. Setelah itu, melanjutkan jumlah rakaat shalat malamnya dan ditutup dengan witir (yang baru). Dalilnya hadits,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.” (Muttafaqun ‘alaihi)

3.    Membaca tiga surat terakhir dalam Al-Qur’aan
Menghimpun kedua telapak tangan sebelum tidur kemudian membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas. Hembuskan di kedua telapak tangan lalu usapkan ke seluruh bagian tubuh yang bisa diusap, dimulai dari arah kepala. (Sebagaimana dijelaskan dalam shahih Bukhori (5018, 5748, 6319) yang diriwayatkan oleh Aisyah secara marfu’.

4.    Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah
“Ada dua ayat di penghujung surat Al Baqarah. Siapa yang membacanya pada satu malam maka sudah cukup baginya.” (HR Bukhari (4008, 5010,5040) dan Muslim (807))

5.    Membaca ayat kursi
6.    Berdzikir
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada pembantu? Apabila kalian telah berbaring di atas tempat tidur kalian, ucapkanlah tasbih (Subhaanallah) 33X, tahmid (Alhamdulillah) 33X, dan takbir (Allahu Akbar) 33X. Sesungguhnya hal itu lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pembantu.” (HR Muttafaqun ‘alaihi)

7.    Tidur dalam posisi miring ke kanan
“Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhu’lah sebagaimana engkau wudhu’ untuk shalat. Kemudian tidurlah diatas bahumu sebelah kanan”.

“Dengan menyebut nama-Mu wahai Tuhanku, aku merebahkan tubuhku. Jika Engkau hendak menahan jiwaku (mencabut nyawaku) maka kasihanilah, dan jika Engkau biarkan (hidup) maka jagalah sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shaleh“. (HR Bukhori-Muslim)

8.    Berdzikir sampai tidur
“Jika seseorang hendak tidur, ada malaikat dan setan yang bergegas mendekatinya. Malaikat berkata kepadanya,’Tutuplah dengan kebaikan.’ Sedangkan setan berkata,’Tutuplah dengan keburukan.’ Dan apabila dia berdzikir sampat tertidur, malaikat segera mengusir setan tadi dan menjaga dia dalam tidurnya.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s