Akidah

T A Q W A

Pengertian Taqwa

Taqwa secara bahasa artinya adalah al-shiyanah yaitu memelihara, al-hadzru yaitu hati-hati dan al-wiqayah waspada dan menjaga.

Sedangkan secara istilah taqwa berarti menjaga diri dari murka dan azab Allah dengan tunduk kepada-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ibnu Mas’ud ra berkata: Taqwa adalah taat kepada Allah, tidak bermaksiat kepada-Nya, mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya, bersyukur kepada-Nya dan tidak mengingkari-Nya. (tafsir ibnu katsir: 1/341)

Khalifah Umar bin Khattab ra pernah ditanya tentang taqwa, beliau menjawab, “Apakah engkau pernah melalui jalan yang banyak bertaburan duri?”. “Ya pernah” jawab si penanya. “Maka apa yang kamu lakukan?”, Umar kembali bertanya. Penanya menjawab, “Saya akan berjalan dengan berhati-hati”. Lantas Umar berkata, “Seperti itulah taqwa”. (Fathul Qadir karya Imam Asy Syaukani)

Jadi, esensi taqwa adalah menghadirkan keagungan Allah subhaanahu wata’aala di dalam hati dan merasakan kebesaran serta keMahaan-Nya, kemudian merasa takut terhadap keagungan-Nya dalam artian ingin senantiasa mendekat kepada-Nya dan takut terhadap murka-Nya dalam kaitan berusaha sedaya upaya menjauhi segala larangan-Nya.
Sayyid Sabiq dalam kitabnya “Islamuna” menerangkan bahwa takwa bermuatan keyakinan (akidah), pengabdian (ibadah), akhlak atau adab dan berbagai kebajikan (al-bier). Lebih lanjut dia mengatakan bakwa orang yang berhak menyandang sebutan “muttaqin” hanyalah orang yang mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu dan menjauhi semua hal-hal yang syubhat serta berani berjihad di jalan Allah.

Dengan demikian, takwa bukan sekedar menjauhi dosa-dosa besar saja, tapi mencakup semua penyelewengan dan penyimpangan meski itu hanya kecil. “Jangan lihat kepada kecilnya dosa yang kamu lakukan, tetapi lihat kepada siapa kamu berbuat dosa“. Jika demikian, muttaqin ialah orang yang paling berprestasi dalam melaksanakan Islam.
Perintah Allah

Allah subhaanahu wata’aala banyak memerintahkan hamba -Nya agar senantiasa bertaqwa sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat yang telah diberikan kepada seluruh makhluknya. Sebagaimana firman-Nya.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. QS. An Nisa’ (4): 1

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. QS. Ali Imron (3): 102

Taqwa adalah sebaik-baik pakaian.

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik” QS. Al A’raaf (7): 26

Al libas dalam ayat tersebut berarti pakaian penutup aurat, ini merupakan suatu keharusan. Dan Ar Risy artinya aksesoris atau perhiasan sebagai tambahan dari pakaian tadi. Sedangkan Libasut Taqwa artinya pakaian penyempurna baik lahir maupun batin.

Qasim bin Malik dari ‘Auf dari Ma’bad Al Juhni mengatakan bahwa pakaian taqwa itu adalah al haya atau malu. Ibnu ‘Abbas ra  mengatakan bahwa pakaian taqwa itu adalah amal sholeh, wajah yang simpatik dan bisa juga bermakna segala sesuatu yang Allah ajarkan dan tunjukkan.

Kesimpulannya bahwa pakaian taqwa itu merupakan suatu yang tampak secara lahir maupun batin dalam bentuk suatu kebaikan dengan keikhlasan dan kekhusyuan dalam beramal.

Taqwa sebaik-baik bekal

“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada Ku, hai orang-orang yang berakal” QS. Al Baqoroh (2): 197

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan menyatakan bahwa tatkala Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk mengambil bekal dunia, maka Allah menunjukkan kepadanya tentang bekal menuju akhirat yaitu taqwa (fainna khairuzzaadit taqwaa).

Dengan memperhatikan perkara ini maka ia akan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari esok dengan taqwa. Bila ia tergerak untuk mempersiapkan diri maka berarti ia telah memenuhi panggilan Allah sebagai orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.  QS. Al Hasyr (59):18

Keutamaan Orang Bertaqwa

a. Jaminan Kemuliaan

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. QS. Al Hujuraat (49): 13

b. Diberi balasan dengan syurga. Firman Allah,

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, QS. Ali Imron (3): 133

b. Allah berikan jalan keluar dari setiap permasalahan dan diberi rezeki dari arah yang tidak disangka.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. QS. At Thalaq (65): 2-3

c. Allah akan memberikan kepadanya furqaan (petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang batil), juga akan dihapuskan dosa dan diampuni semua kesalahannya.

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada ALlah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. QS. Al Anfaal (8): 29

wallaahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s