Akhlak

S A B A R

Pengertian Sabar

Asal kata sabar memiliki makna al-man’u (mencegah) dan al-habsu (menahan). Maka yang disebut sabar adalah menahan jiwa dari gelisah, menahan lisan dari mengeluh, menahan anggota badan dari menampar pipi dan merobek baju dan sebagainya.

Dikatakan, “asal kata sabar adalah asy-syiddah (yang sangat) dan al-quwwah (kekuatan). Seperti halnya seseorang bersabar untuk berobat dengan hal yang baik demi menahan rasa  pahit yang sangat dan hal yang tidak disukainya.”
Dikatakan pula, “Kata sabar diambil dari kata al-jam’u (mengumpulkan) dan adh-dhamm (menghimpun), maka orang yang sabar berarti ia telah mengumpulkan jiwanya dan menghimpunnya dari rasa cemas dan keluh kesah. Atau pernyataan shabratuth-tha’am yang maksudnya menahan dari makan seonggok makanan, juga shabaratul hijarah yang artinya kesabarannya sehalus batu.”

Hakekat Sabar

Hakekat sabar ialah ia merupakan akhlak yang mulia dari akhlak-akhlak diri manusia. Seseorang yang sabar akan dapat mencegah dirinya dari amalan-amalan yang tidak baik dan tidak layak. Ia merupakan suatu kekuatan dari kekuatan jiwa yang dengannya keadaannya akan baik dan urusannya akan kuat.

Al-Junaid bin Muhammad pernah ditanya mengenai sabar, maka ia menjawab, “Sabar adalah meneguk kepahitan tanpa bermuram rupa.”

Dikatakan pula, “Sabar adalah kondisi dalam suatu cobaan dengan sebaik-baik penerimaan sebagaimana kondisi yang sehat.”

Hal tersebut mengandung makna, ubudiyah Allah SWT atas seorang hamba senantiasa ada, baik ia dalam kondisi sehat ataupun sedang ditimpa cobaan. Maka hendaknya ia selalu menerima kesehatan tersebut dengan rasa syukur dan menerima cobaan dengan penuh kesabaran.

Keutamaan Bersabar

“Bersabarlah (Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.” (QS. An-Nahl (16): 127)

a. Allah menjadikan kebahagiaan sebagai balasannya, berupa jannah dan selamat dari api neraka. Dan hal itu tidak diberikan kecuali kepada orang yang bersabar. Sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” (QS. al-Mukminun (23): 111)

b. Mendapatkan Kemenangan  berupa kebaikan dunia dan Akhirat, dan mereka men-dapatkan keuntungan berupa kenikmatan-kenikmatan bathin maupun yang zhahir, berkat kebersamaannya dengan Allah subhaanahu wa ta’aala

”Dan bersabarlah. Sesungguh-nya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal (8): 46)

c. Allah subhaanahu wa ta’aala menjadikan sabar dan taqwa sebagai tameng yang kokoh dari tipu daya musuhnya dan orang yang membuat makar terhadapnya.

“Tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu ber-sabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran  (3): 120)

d. Para Malaikat memberi mereka salam (mendoakan keselamatan dan kebaikan) di Jannah disebabkan kesabaran mereka,

“Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu sambil mengucapkan: “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d (13): 23-24)

e. Allah subhaanahu wata’aala mengaitkan kecintaan-Nya dengan pertolongan dan menjadikannya untuk pemiliknya, sebagaimana dalam firman-Nya:

”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran (3): 146)

Kisah-kisah Kesabaran

Dalam Shahihain, diriwayatkan Dari Atha’ bin Abi Rabah berkata, : Ibnu Abbas ra berkata kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepada seorang wanita penghuni Jannah,?” Aku katakan: tentu. Kemudian dia berkata, “Ada seorang wanita berkulit hitam datang kepada Rasulullah, lalu menyatakan akan perihal dirinya: Wahai Rasulullah,! Aku terjangkit penyakit epilepsi dan senantiasa auratku tersingkap karenanya. Maka berdo’alah kepada Allah untukku.!”

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya, “Jika engkau berkehendak maka bersabarlah dan bagimu adalah Jannah. Dan jika engkau berkehendak, Aku akan berdo’a kepada Allah untuk kesembuhanmu,!” Wanita tersebut menjawab, “Aku akan bersabar, namun auratku tersingkap, maka berdo’alah kepada Allah agar auratku tidak tersingkap lagi,!” Rasulullah kemudian mendo’akan wanita tersebut agar tidak tersingkap auratnya.” HR. Bukhari dan Muslim

Imam al-Bukhari meriwayatkan, dari Anas bin malik berkata, “Putra Abu Thalhah ra menderita sakit kemudian meninggal dunia, sedang ia (Abu Thalhah) pada waktu itu baru pergi. Maka tatkala istrinya melihat bahwa putranya telah meninggal, ia segera mempersiapkan sesuatu dan mengkafaninya serta diletakkannya di samping rumahnya.

Tak lama kemudian Abu Thalhah ra pulang, lalu menanyakan perihal putranya kepada istrinya, “Bagaimana keadaan anak kita,?” Si istri menjawab, “Jiwanya telah tenang, aku berharap ia telah beristirahat.” Abu Thalhah ra mengira bahwa ucapan istrinya benar adanya (putranya benar-benar tidur). Lalu ia bermalam bersama istrinya dan keesokan harinya ia mandi. Namun tatkala ia hendak pergi, si istri memberitahukan bahwa putranya telah meninggal.

Kemudian Abu Thalhah ra menshalatinya bersama Rasulullah SAW, lalu ia memberitahukan perihal kejadian antara keduanya kepada beliau. Bersabdalah Rasulullah SAW:

“Semoga Allah SWT memberkahi malam kalian berdua,”

Sufyan bin Uyainah menuturkan, berkatalah seorang Shahabat dari kalangan Anshar, “Aku melihat, Abu Talhah ra memiliki sembilan orang anak dan kesemuanya hafal al-qur’an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s