Siroh

Anas Bin Malik

Beliau adalah Anas bin Malik bin Nadzor bin Dhomdom bin Zaid bin Harom bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin An Najjar, Abu Hamzah Al Ansori Al Khazraji. Dia termasuk kerabat Rasulullah SAW dari jalur istri. Ia juga muridnya, pengikutnya dan sahabat yang terakhir meninggal dunia.

Ia adalah pambantu Rasulullah SAW seorang yang banyak meriwayatkan hadits darinya.

Ibunya adalah Ummu Sulaim Malikah binti Milhan bin Kholid bin Zaid bin Harom, istri Abi Tholhah Zaid bin Sahl Al Ansori. Ketika Nabi SAW datang ke Madinah, Anas berumur 10 tahun. Dan ketika itu juga, ibunya datang kepada Nabi SAW dan berkata kepadanya: “Ini adalah Anas anak yang pandai yang akan menjadi pembantumu”. Maka nabi pun menerimanya.
Ibunya pun memohon kepada Rasulullah SAW untuk mendoakan Anas, maka Rasul pun berdoa untuknya,

“Ya Allah perbanyaklah anak dan hartanya, serta masukkanlah dia ke dalam surga”  dalam riwayat lain, “Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dosanya”

Anas berkata, “Demi Allah hartaku sangat melimpah, sampai kurma dan anggurku berbuah dua kali dalam setahun. Jumlah anak-anak dan cucuku – cucuku mencapai seratus.” dalam riwayat lain seratus enam.

Dalam riwayat lain juga disebutkan dari anak perempuannya Aminah, mengabarkan tentang anak beliau yang mati dan dikuburkan saja itu mencapai 120 anak, selain cucunya, itu pada saat Hajjaj berkuasa di Basrah.

Abu Hurairah berkata, : “Saya tidak pernah melihat seorang sahabatpun yang mirip dengan sholatnya Rasulullah SAW selain daripada ibnu Ummu Sulaim (Anas bin Malik) .

Ibnu Sirin berkata, : “Anas adalah sahabat yang sholatnya paling bagus, baik di rumah maupun pada waktu safar.”

Al Hariri berkata : Anas mulai ihram dari Dzat Iraq, saya tidak mendengar sesuatupun darinya kecuali dzikir kepada Allah, sampai dia tahalul. Kemudian ia berkata padaku “Wahai keponakanku (ibn akhi) beginilah ihram.”

Ketika sakit, ditawarkan kepadanya agar didatangkan seorang dokter, tapi Anas malah menjawab ” Seorang dokter menyakitiku” dan dia memohon agar dia ditalkin ‘Laa ilaha illallh, karena dia (Malaikat) telah datang. Dia senantiasa mengatakannya, sampai Malaikat pencabut nyawa mencabut nyawanya. Di sisi dia ada tongkat kecil punya Rasulullah SAW yang kemudian dikubur bersamanya. Ketika wafat, beliau berumur 107 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s