Akidah

AMAL

Seorang manusia yang telah mengikrarkan dirinya untuk beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, sudah seharusnya melakukan perbuatan-perbuatan baik sebagai bentuk bukti keimanan yang benar kepada-Nya. Karena keimanan tanpa amal, maka tidaklah sempurna, bahkan tidak termasuk kedalam golongan orang-orang beriman. Sebagaimana yang pernah kita bahas pada materi iman sebelumnya.Ibarat dua sisi mata uang, keyakinan dalam hati dan amal perbuatan (baik lisan maupun anggota badan) adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini nampak pada firman Allah yang banyak menyertakan kalimat iman dengan amal shalih.

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (QS. Al Baqoroh: 25)

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Maaidah: 9)

Bersegeralah
Ibarat seseorang yang hendak membeli rumah, dia mendapatkan sebuah rumah yang indah dengan tanah luas tempat yang strategis dan harga yang murah, tiba-tiba dikatakan kepadanya agar besok aja datang lagi. Tentu ia akan mengatakan tidak akan menunggu hingga pekan depan, karena ia khawatir bahwa rumah tersebut menjadi milik orang lain. Maka ia pun bersegera menyelesaikan segala yang berkaitan dengan rumah tersebut.

Demikian juga kita seharusnya bersegera untuk melaksanakan amalan kebaikan, karena kita tidak tahu apakah esok hari masih menjadi milik kita, kita tidak tahu apakah esok kita masih beriman seperti saat ini, dan kita juga tidak tahu apakah termasuk orang-orang yang akan menerima kitab dengan tangan kanan atau tangan kiri?

Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku”. Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS. Al Insyiqaq: 10-12)

Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu menceritakan hadits berikut, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal saleh sebelum datang fitnah-fitnah seperti gumpalan malam yang pekat, seseorang berpagi hari dalam keadaan mukmin, lalu di sore harinya menjadi kafir, dan di sore hari ia dalam keadaan mukmin, lalu di pagi harinya menjadi kafir; dia menjual agamanya dengan harta duniawi.” (HR. Muslim dan Turmudzi)

Ya, bersegeralah kita melakukan amal shaleh, bersegeralah menuju ampunan Sang Maha Pengampun, yang ampunannya seluas langit dan bumi, bersegeralah kembali kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya, sebelum kita dipalingkan dari Allah subhanahu wa ta’aala, sebelum kita disibukkan dengan urusan dunia sehingga melupakan akhirat yang utama.

Bersegeralah meraih kebaikan dan kesuksesan hidup didunia dan diakhirat dengan melakukan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya, jauhilah amalan yang sia-sia, karena hal tersebut menyebabkan kita semakin jauh dengan rahmat-Nya, semakin jauh dengan hidayah-Nya dan semakin jauh dengan syurga-Nya.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal (saleh) sebelum datang tujuh perkara, (yaitu) tiadalah yang kalian tunggu melainkan hanya kemiskinan yang kalian lupakan; kaya yang membuat kalian melampaui batas; penyakit yang merusak diri kalian; pikun yang membuat kalian seperti anak kecil; maut yang mendadak; datangnya Dajjal, dia adalah sejahat-jahat orang yang sedang kalian tunggu; atau datangnya kiamat, dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.” (HR. Turmudzi dan Hakim)

Mari kita segera melakukan amal kebaikan sebelum tujuh hal diatas mendatangi kita, karena jika kita tidak disibukkan dalam melakukan amal shaleh, maka sebaliknya perkara-perkara yang dilarang dan maksiat yang akan dikerjakannya.

Jangan Tertipu
Pesona dan keindahan dunia menjadikan manusia berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Diantara mereka menghabiskan waktunya hanya untuk memenuhi dunianya, bekerja sehari semalam tanpa henti, meninggalkan keluarga dan bahkan sampai melupakan Rabbnya yang telah menciptakan dan memberikan kemampuan kepadanya.

Mereka lupa bahwasannya nafas kehidupan yang dihirupnya adalah milik-Nya, mereka lupa bahwa keberadaannya hanya untuk mengabdi kepada-Nya. Mereka tertipu dengan apa yang telah mereka perbuat, mereka menyangka dengan mendapatkan segala kenikmatan dunia, maka ia akan selamat dari murka-Nya.

Mereka tidak tahu, bahwa kenikmatan dan kebahagiaan dunia hanya akan didapati dengan melakukan amalan ketaatan, memenuhi segala kewajiban dan menjauhi segala larangan-Nya. Kekayaan yang telah didapat, kemasyhuran yang diperoleh, keturunan yang banyak tidaklah menjamin kebahagiaan, jika tidak dilakukan dalam rangka taat kepada syariat-Nya.

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (QS. Al Kahfi: 103-104)

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallaahu berkata, “Sesungguhnya kalian berada pada perputaran siang dan malam dengan ajal yang pendek, amalan-amalan yang tercatat, serta kematian yang datang secara tiba-tiba. Barangsiapa yang menanam kebaikan, maka hampir saja ia menuai kebahagiaan, dan barangsiapa yang menanam kejelekan, hampir saja ia menuai penyesalan. Setiap penanam pasti akan mendapatkan sebagaimana yang ia tanam. Seorang yang lambat tidak akan tertinggal dari bagiannya. Sedangkan orang yang berupaya keras, tidak akan mendapatkan apapun sebelum ditakdirkan untuknya.

Maka barangsiapa yang berbuat kebaikan, niscaya Allah akan memberikan kembali kepadanya, dan barangsiapa yang menjauh dari kejelekan, maka Allah akan menjauhkannya dari kejelekan. Orang-orang yang bertakwa adalah pemimpin, para fuqoha adalah pemberi petunjuk dan duduk-duduk bersama mereka adalah suatu tambahan. wallaahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s