Tafsir

Surat Al Kautsar

I. MUQODIMAH

Abdurrohman bin Mahdi : Kebutuhan manusia terhadap hadits/sunnah melebihi butuhnya makan dan minum, karena hadits/sunnah  merupakan  penjelasan daripada Al-Qur’an. 2 Sehingga tidak mungkin kita bisa benar dalam memahami Al-Qur’an tanpa mengkaji hadist/sunnah Rasul SAW.

Imam Syuyuthi : Ilmu ibarat sajian obat, sedangkan ro’yu / mengandalkan akal dan hawa nafsu adalah sarang kotoran manusia yang baunya menyengat. 3

Abdullah bin Masud : Anda akan temui tubuh orang beriman itu adalah tubuh yang paling sakit, akan tetapi hati mereka bersih dan sehat, anda akan temui jasad orang-orang kafir itu paling sehat/hebat, akan tetapi hati mereka adalah hati yang paling sakit. Demi Allah, jika badanmu sehat, akan-tetapi hatimu sakit, maka nilaimu di sisi Allah lebih hina dibanding  Julan (hewan-wawung/kecoa) 4

Idul Adha, mayoritas manusia tersibukkan perhatiannya kepada hewan yang disembelih dan bagaimana membagikannya pada yang berhak.  Akan tetapi nilai sejarah, sebab-sebab turunnya ayat tentang Idul Adha tidak mereka perhatikan, sehingga orang akan mengambil kesan, kegiatan Idul Adha hanya sekedar begitu saja.

Kita kaji kembali surat Al-Kautsar, surat terpendek dalam Al-Qur’an yang banyak kaum muslimin lengah darinya.

II. PERINGATAN ALLAH TA’ALA

إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ {1} فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ {2} إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ {3}

Sesungguhnya Kami telah memberikanmu nikmat yang banyak.  Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus. (Q.S. Al-Kautsar :1-3 )

III. CARA MEMAHAMI AYAT

Lihat dan ikuti pemahaman Sahabat, Tabi’in dan Tabiut Tabiin. Hindari pemahaman ayat dengan akal dan hawa nafsu kita.

IV. PEMAHAMAN AYAT TERSEBUT MENURUT  SALAF

Sesungguhnya Kami telah memberikan-mu nikmat yang banyak. إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Pengertian  الْكَوْثَرَ nikmat yang banyak adalah :

Ibnu Abbas, Anas bin Malik Ibnu Umar, Hudzaifah, Abul Aliyah : sungai di surga. Atho : telaga di surga. Mujahid : kebaikan dunia dan akhirat. Al-Mughiroh : ajaran Islam. Ikrimah : ajaran kenabian. Al-Hasan : Al-Qur’an dan keutamaannya yang tidak terhitung. Al-Husein bin Al-Fadhl : Al-Qur’an, syariat, ada yang mengatakan al-kautsar adalah ajaran Islam. Hilal bin Yusaf : ajaran Tauhid   لا إله إلا الله محمد رسول الله dan faham ajaran Islam. Jakfar Ash-Shodiq : cahaya hati Rosulullah, adalagi yang mengatakan ilmu dan hikmah. Abu Bakar bin Ayyas dan Yaman bin Ri’ab : sejumlah para Sahabat Nabi. Ats-Tsa’laby : mukjizat Allah Ta’ala yang diberikan kepada Nabi SAW. untuk menopang perjalanan dakwahnya. Asy-Syihad Al-Khoffaji : kebaikan yang banyak, mencakup kabaikan akhirat.

Di samping pengertian Al-Kautsar itu sangat banyak, menurut Imam Ath-Thobary : riwayat yang terkuat pengertian Al-Kautsar dalam ayat ini adalah Sungai dan telaga di surga, karena riwayatnya banyak.

Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Ibnu Abbas : dirikanlah sholat lima waktu dan sembelihlah hewan di Idul Adha

Ibnu Muhammad AlJauzi : mendirikan sholat di sini mencakup tiga hal :

1. Qotadah : Sholat Idul Adha

2. Mujahid : Sholat Shubuh di Muzdalifah

3. Muqotil : Sholat wajib lima waktu ( subuh, dhuhur, ashar, maghrib, Isya )

sedang berkorbanlah di situ, mayoritas riwayat menyebutkan adalah menyembelih hewan di hari Raya Idul Adha.

Imam Al-Qurthubi : dirikanlah shalat dan berkorbanlah/sembelihlah hewan dengan ikhlas, karena saat itu orang-orang Arab mendirikan sholat  bukan karena Allah dan berkorban bukan karena Allah  (untuk berhala.red )

Sesungguhnya orang-orang yang membeci kamu dialah yang terputus. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلأَبْتَرُ

Orang yang terputus dari rahmat Allah adalah :

Ibnu Abbas berkata : orang yang terputus dari rahmat Allah adalah Al-Ash bin Wail As-Sahmy, Abu Jahal dan musuh Islam

Ibnu Abbas berkata : ketika meninggalnya Ibrahim putra Rasulullah SAW.  Abu Jahal mendatangi  kawan-kawanya dan berkata : Muhammad telah terputus

Yazid bin Marwan berkata & mengisahkan sikap Al-Ash bin Wa’il dengan ucapan mengejek Nabi : sekarang tinggalkan saja Muhammad, ia adalah orang yang terputus, ia akan hancur.

Atho’ berkata & mengisahkan ejekan Abu Lahab yang ditujukan kepada Rosulullah :  ketika putra Nabi yang bernama Ibrahim meninggal dunia, Abu Lahab mendatangi & memprovokasi orang-orang musyrik  dengan kata-kata : ketahuilah, Muhammad malam ini terputus.

Syamar bin Athiyah berkata : orang yang terputus dari rahmat Allah adalah Urbah bin Abi Muith

Ikrimah : orang yang terputus dari rahmat Allah adalah kumpulan orang-orang quraisy

Abul Fadhl Al-Arudh : orang-orang quraisy dan musuh-musuh Nabi berkata : tenang saja, Muhammad hari ini dan seterusnya terputus dia, kalau ia sudah terputus kita bisa tenang dan tidak terganggu kegiatan kita.

Imam Al-Qosimi : orang-orang yang sering mengejek dan mempermainkan Rasulullah dari fihak quraisy seperti Al-Ash bin Wa’il, Uqbah bin Abi Muid, Abu Lahab dan lainnya ketika mereka melihat putra-putra Rosul meninggal dunia mereka berkata : Putuslah Muhammad, maksudnya putra-putranya sebagai generasi penerus risalahnya tidak ada lagi. Menurut pandangan  orang jahiliyah, hal itu merupakan aib yang sangat memalukan, sehingga para pengikut Muhammad itu akan meninggalkannya.

Al-Ash bin Wa’il as-Sahmi : saya adalah orang yang benci kepada Muhammad

Abu Ayub : ketika meninggalnya Ibrahim putra Nabi, orang-orang musrik saling memperbincangkan ke sana-kemari. Mereka saling memperbincangkan dan berkata : Sesungguhnya  orang yang keluar dari agama nenek moyang kita ( Nabi Muhammad ) malam ini ia telah terputus.

Imam Ibnu Katsir : yang dikatakan orang terputus dari rahmat Allah dalam ayat di atas adalah masih umum, mencakup siapa saja yang punya sifat-sifat seperti tersebut.

V. KESIMPULAN

1. Ketika Nabi dihina dan dilecehkan oleh musuh-musuhnya, dengan tudingan Muhammad adalah terputus, terputus, dan akan ditinggalkan pengikutnya, dst. Lalu Allah turunkan surat Al-Kautsar untuk menangkis tuduhan mereka. Sebenarnya yang putus dari rahmat Allah adalah mereka sendiri, bukan Rasulullah SAW.

2. Imam Al-Qosimi berkata : Surat ini juga membongkar kedok orang-orang munafiq dengan empat sikapnya : bakhil, meninggalkan shalat, riya’ dan menolak zakat / korban harta. Orang munafiq bakhil, mukmin tidak bakhil karena  Allah telah berikan nikmat yang banyak, munafiq malas & meninggalkan shalat, orang mukmin terus-menerus menegakkan shalat, munafiq amalnya riya’, mukmin hanya mencari ridha Allah / ikhlas, munafiq tidak mau berkorban, Allah ingin membuktikan kejujuran pengorbanannya dengan menyembelih binatang  di Idul Adha.

3. Orang-orang yang terputus dari rahmat Allah adalah : Al-Ash bin Wa’il, Uqbah bin Abi Muid, Abu Lahab, Abu Jahal dan siapa saja yang mempunyai sifat-sifat  seperti mereka.

4. Semoga diri kita, keluarga kita dan kaum muslimin mengingat kembali dan mengambil pelajaran akan kandungan daripada surat Al-Kautsar ini, bukan hanya teringat  Idul Adha, penyembelihan  binatang dan pembagiannya saja.

VI. PERINGATAN KELUARGA

1. Bicara, bertindak dan beramal pada suatu masalah tertentu, bila didasari dengan ilmu Al-Qur’an & As-Sunnah seperti menikmati obat mujarab yang berakibat sehat jasmani dan rohani kita, meskipun pahit dan pedih rasanya. Sebaliknya, bicara dan bekerja bila didasari atas  ro’yu / akal / hawa nafsunya sendiri, ibarat orang meniup kotoran manusia yang baunya menyengat hidung, naudzubillah min dzalik.

2. Kebutuhan kita terhadap ilmu hadist/sunnah Nabi SAW. melebihi daripada kebutuhan kita terhadap makan dan minum. Makan dan minum sehari cukup 2 atau 3 kali. Sedangkan kebutuhan akan sunnah adalah 24 jam sehari / selama hidup kita.

3. Perlu difikir dan direnungkan manusia yang hanya sibuk  selama 24 jam sehari-hari hanya mengurusi makan dan minum agar kenyang perut, tidur nyenyak dan mengumbar hawa nafsu semaunya sendiri. Sementara dirinya jauh daripada Al-Qur’an & As-Sunnah.

VII. BAHAN ACUAN

1. Tafsir Zaadul Masir, Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah, IX/247-251

2. Tafsir Ruhul Ma’any, Imam al-Alusy, XV/312-318

3. Tafsir Al-Qosimi, Muhammad Jamaluddin Al-Qosimi, XVII/273-275

4. Tafsir Ath-Thobary, Imam Ath-Thobary, XXX/216-223

5. Tafsir Al-Qurthuby, Imam Al-Qurthuby, XXX/320-330

6. Tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir, IV/507-510

7. Tafsir Ad-Durrul Mantsur, Imam As-Suyuthy, VIII/636-653

8. Tafsir Fathul Qodir, Imam Asy-Syaukany, V/635-638

9. Mifathul Jannah, Imam As-Suyuthy

10.Shifatu Shofwah, Imam Ibnul Jauzi

– Wallahu A’lam Bish-Showaab –


2 Miftahul Jannah, Imam Suyuthi hal.68

3 Ibid, hal.69

4 Shifatu Shafwah, Ibnul Jauzi : I/417

One thought on “Surat Al Kautsar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s