Akidah

I S L A M

Islam berarti menampakkan ketundukkan dan kepatuhan dalam melaksanakan syariat, serta iltizam kepada apa yang datang dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Istilah lain dalam mengartikan Islam sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab: Menyerahkan diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan penuh ketaatan dan berlepas diri dari kesyirikan orang-orang musyrik.
Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka masuk Islam secara sempurna (kaafah), sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian semua kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqoroh: 208)

Para Ulama menjelaskan bahwa ditinjau dari subjek dan bentuk penyerahan, ketundukan dan kepatuhan kepada Allah subhanahu wata’ala. Islam mempunyai tiga bentuk makna dan penggunaan:

Makna Luas dan Umum
Yaitu ketundukan seluruh makhluk di alam semesta ini termasuk nabi dan rasul Allah kepada ketentuan dan kehendak Allah, tanpa bisa memprotes, menentang dan menyelisihinya. firman Allah:

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada -Nyalah berserah diri segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan suka mupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembali-kan. (QS. Ali Imran: 83)

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia berkata kepada-Nya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan sukahati”. (QS. Fushilat: 11)

Makna Umum
Yaitu ketundukan setiap nabi dan rasul beserta umatnya yang beriman kepada Allah subhaanahu wata’ala dengan cara beribadah kepada Allah menurut tata cara peribadatan yang diajarkan oleh Allah melalui wahyu kepada nabi dan rasul-Nya pada masing-masing umat. Dalam hal ini, semua agama para nabi dan rasul sama, yaitu Islam. Agama Islam yang mereka terima dari Allah tersebut mempunyai kesamaan dibidang Akidah (hanya beribadah kepada Allah dan menjauhi syirik) dan akhlak (mengajak kepada akhlak yang mulia dan melarang dari akhlak yang tercela), perbedaan diantara ajaran dan rasul tersebut hanyalah dalam hal tatacara ibadah dan muamalah semata. Secara akidah dan akhlak sama, namun secara tatacara ibadah dan muamalah berbeda-beda. Inilah yang dimaksud dengan Islam dalam makna umum. sebagaimana firman Allah,

“Untuk masing-masing diantara kalian (yaitu umat Nabi Muhammad dan umat-umat para nabi dan rasul terdahulu) kami berikan aturan hidup dan jalan yang terang”. (QS. Al Maaidah: 48)

Juga sebagaimana yang diterangkan dalam sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam,

“Kami seluruh nabi adalah saudara seayah (namun lain ibu), dan agama kami adalah satu (yaitu islam). (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna Khusus
Yaitu agama yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bersumber kepada wahyu Alquran dan Assunnah, ini adalah agama tauhid yang terakhir bagi seluruh umat manusia dan jin. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ini menerangkan dan dan melengkapi semua ajaran Islam yang telah disampaikan oleh para nabi dan rasull sejak zaman nabi Adam alaihis salam hingga nabi Isa alaihis salam. Allah telah mengambil perjanjian dari seluruh nabi dan rasul bahwa apabila Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diutus sebagai penutup para nabi dan rasul telah muncul, maka mereka akan beriman kepadanya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. firman Allah,

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil Perjanjian dari Para nabi: “Sungguh, apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan Hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai Para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. “Barang siapa yang berpaling sesudah itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS.Ali Imran: 81-82)

Dengan adanya ketetapan Allah atas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai penyempurna dan penutup dakwah islam ini, maka agama Islam yang sah dan harus dianut dan dilaksanakan oleh seluruh umat manusia dan jin hanyalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang bersumber kepada Alquran dan Assunnah. Adapun Islam yang diajarkan dan dilaksanakan oleh para rasul sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi. Mengapa demikian? Karena:

a. Sisi persamaan adalah dalam hal akidah dan akhlak, dan hal itu telah dikuatkan dan disempurnakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.

b. Adapun sisi perbedaan, yaitu tatacara peribadatan dan muamalah, maka untuk umat ini telah diajarkan ketentuan-ketentuan dan aturan-aturan baru yang berbeda dengan tatacara ibadah dan muamalah pada ajaran para nabi dan rasul terdahulu.

Oleh sebab itu, sebagai hamba Allah kita wajib meyakini kebenarannya, karena barangsiapa yang menolaknya (dienul Islam) maka ia masuk dalam kategori kafir. wallaahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s